Hellooo Guys!! Pagi yang cerah, bagaimana kabarnya semua? Baik yaaaa??!! Alhamdulillah semoga semuanya tetap ceria ya!! Dan dapat menyelesaikan tugas hari ini dengan baik tanpa ada sesuatu yang dirasa rumit atau semacamnya. *Aamiin doonggg….

Baiklah teman-teman, sebelumnya saya berharap bagi yang melihat kata ‘telanjang’ pada judul postingan kali ini untuk tidak berfikir yang tidak-tidak, mending berfikir yang iya iya. 😀 Apaan sih?!! Baiklah, saya akan menulis catatan sederhana. Ada yang tau ndak apa kira-kira yang akan saya sampaikan disini? Okee,, cerdas sekali. Terntu tantang perasaan. Pasti dong,, wong judulnya aja sudah mentereng kayak gitu. 😀 Curhat nih? Ndak juga, *just share… 😛

Okee, teman-teman pernah cemburu ndak? Saya yakin, yang pernah menyayangi pasti pernah kan? Lho, kok tahu? (Sssttt.!! Pengalaman 😀 ). Ah, tidak juga. Saya itu termasuk orang yang kurang peduli sebenarnya dengan hal semacam itu. Ditanya kenapa?? Karena memang seperti itu! 😀

Bicara soal cemburu, rasa-rasanya baru kali ini nih saya mengalaminya. Tapi aneh, pas ditanya kenapa cemburu? Saya kebingungan dan tidak tahu mau jawab gimana. Mungkin ini cemburu emang ndak pakek alasan, ndak pakek sebab, ndak pakek kronologi, pengawaet, pewarna, perasa makanan atau semacamnya.

Yaahh!! Ini memang cemburu paling telanjang yang pernah ada di dunia ini. Keberadaannya sungguh sangat memalukan,, *bugil sih.. 😀 Namun perlu diketahui, ini semua baru disadari bahwa cemburu itu rasanya rada-rada asem gitu. Emang jeruk? Intinya kurang sedap dah.

Dan yang paling penting nih, hadirnya cemburu itu pantas dan harus disyukuri. Sebab cemburu itu bukan petaka. Lalu apa? Tapi ia adalah malaikat penolong, setidaknya kita telah diingatkan bahwa dia sungguh berarti bagi kita. 😉

Salam hangat dari sahabatmu, Djie.

Iklan