enam belas wajah menerkam tirai lara

mendayuh, meluruh dan tersibak wangi senandungmu

di kaki langit, kau dan aku menanam jejak

hingga kini kita masih menenunkan pundi-pundi kepastian

dalam catatan Tuhan aku meyakini dan engkaupun mempercayai

eksploitasi yang tak pernah kita ketahui, dan

kita terus mensiasati.

 

dari sekian banyak momentum yang kita beli

tak sekalipun waktu menangkap kepergian itu

hingga pada suatu saat nanti kita sama-sama

diberangkatkan, menuju kepastian dalam pangkuan

Iklan