hbd23

Alhamdulillah, hari ini penuh berkah bagi saya, insya’Allah. Aamiin. Senin yang sangat menyenangkan dan mengesankan. Pasalnya sekarang di tanggal 4 Agustus 2014 ini saya dikabarkan ulang tahun, padahal memang iya 😀 Selain itu, disini (tempat tinggal saya) yang secara tradisi kebetulan (secara nalar manusia, namun pada hakikatnya tidak ada yang kebetulan di dunia ini) bertepatan dengan lebaran ketupat (hari ketujuh Idul Fitri).

Dan yang lebih menyenangkan adalah ketika orang yang sangat berarti bagi saya (setelah bapak dan ibu) menyampaikan ucapan selamat pertama kali. Ditambah rasa bangga saya kepadanya sebab usahanya untuk menyampaikan ucapan selamat dan doa dimulai dari jam 00 semalam hingga pagi tadi setelah saya pulang dari masjid akhirnya berhasil menyampaikannya via telephone. Sebenarnya, tadi jam 03 saya dengar telephone dari dia, hanya saja saya lihat ibu saya sedang sholat tahajjud, akhirnya saya mengurungkan niat untuk menerima panggilan telephonenya meski sudah berkali-kali terdapat catatan panggilan tidak terjawab di layar ponsel saya.

Satu hal yang menjadikan saya tersenyum, yakni ketika melihat ponsel (miliknya yang beberapa pekan yang lalu sudah diberikan kepada) saya di jam 03 tadi, saat note di ponsel tersebut aktif dengan tulisan Sanah Hilwah yaa Zaujie. Jadi setelah melihat note tersebut, saya jadi mengerti keperluan dari orang yang menelphone saya sejak jam 00 tadi malam. Tiada lain dan tak bukan untuk mengucapkan ucapan selamat dan doa-doa cinta 😀 Terima kasih wahai sosok kerinduan 😉

Bagi saya, ulang tahun tidak (terlalu) penting namun perlu. Loh??!! Apa bedanya? Tentu beda, dan saya punya beberapa persepsi mengenai ulang tahun.

Pertama, saya mengatakan tidak penting karena saya memandang dari geliat generasi sekarang yang tidak jarang melaksanakan perayaan ulang tahun. Terlebih ketika seseorang telah menginjak usia 17 tahun, biasanya perayaannya besar-besaran (bagi yang melaksanakan yaa, bagi yang nggak saya tidak bicara kamu 😀 ). Nah, hal inilah yang saya katakan tidak penting, sebab keberadaan dari perayaan atau katakanlah pesta, itu tidak banyak atau bahkan tidak pernah memiliki manfaat yang benar-benar berarti. Saya contohkan misalkan ketika kita melamar kerja atau melamar si doi, gak pernah tuh ditanya, ‘Pernah ndak merayakan pesta ulang tahun dengan sangat meriah?’ nggak kan?! 😀

Kedua, ulang tahun itu perlu kita ingat dan kenang. Sebab dengan demikian kita bisa bertambah dan semangat bersyukur serta beribadah. Iyah, itu benar. Ketika catatan waktu telah menyatakan kita ber-ulang tahun, berarti sudah semakin bertambah usia dan nikmat yang kita terima selama ini. Dan itu harus kita syukuri agar nikmat tersebut semakin berkah. Kemudian harus tambah semangat dalam beribadah agar sisa usia yang dijatah Tuhan (baca: Allah) lebih bernilai dan berarti.

Selama ini, apabila saya ulang tahun ibu membuat masakan istimewa, istimewa disini bukan berarti mewah. Namun berbeda dari masakan sebelumnya, sehingga karena berbeda dengan masakan beberapa hari sebelum hari itu, rasanya kami nikmat sekali ketika menyantap masakan ibu pada hari ulang tahun saya. Ibarat dua orang yang lama tidak bersua, pasti akan sangat istimewa kesan pertemuannya ketika ada kesempatan berjumpa. Begitu juga dengan lidah kami yang menikmati masakan ibu yang sudah lama tidak berjabat lidah. 😀

Yah, demikianlah tahun-tahun sebelumnya saya merayakan ulang tahun saya. Namun sekarang beda, serasa lebih terkesan sebab bersamaan dengan tradisi hari besar dalam islam (di tempat tinggal saya).

Bagaimana dengan teman-teman? Pernahkan merayakan ulang tahun? 🙂

Gambar diambil dari sini dan disana yang kemudian saya gabungkan dengan photoshop.

Iklan