Baru pulang dari kampus, selesai makan tapi belum mandi apalagi sholat. Masih keringetan, kata ibu kalo keringetan ndak boleh mandi dulu agar tidak sakit. Karena bila sedang keringetan pas langsung mandi, keringatnya masuk lagi dan itu bahaya, sebab keringat itu kan kotoran yang keluar dari pori-pori.

Sambil lalu menunggu keringat pergi, saya buka laptop. Tapi bingung apa yang mau ditulis. Padahal hasrat untuk menulis begitu kuat, namun memang rasanya saya sekarang lagi badmood dan capek juga sih karena baru pulang dari kampus.

Dan biar tidak sekedar buka-bukaan saja, ada sedikit sajak nih buat teman-teman. Sajaknya jelek karena belum di make up 🙂 hehe. Yuk, dibaca dan kasih masukan yang konstruktif ya. Biar tambah tajam nih naluri kesusastraanku. 😀 hehe

# # # # # # # # # # # #

Waktu terus berjalan, secepat rasa yang kian berpendar dalam sanubariku. Hilang yang kemarin, kini kembali mempertanyakan motif-motif ritme terbaru dari senandungmu. Dan siang ini lelahku memanggil debur wahyu yang mulai mengelupas di telapak kemarau yang parau.

Satu rasa, dalam kebisingan terakhir yang aku kenal. Dirimu satu-satunya cipta, menelisik waktu dan perheatan yang kian memudarkan pijar.

Siang ini, kau dan aku memasuki ritme baru, dari perjumpaan rintih dan sengau yang meliuk-liuk di ubub-ubun kota terakhir di liburan lalu. Kau dan aku adalah saksi, dan karena kau dan aku merasa, maka waktu memilih kita sebagai moksa.

Iklan