Ganteng, cantik adalah suatu hal yang relatif. Tidak semua orang memilikinya, itu jelas. Namun bukan berarti tidak semua orang tak pantas berbangga hati atau bersedih atas kondisi dirinya, apalagi tidak bersyukur dengan segala yang ada pada dirinya. Jangan sampai terjadi.

Saya -jujur ini saya sampaikan- kata sebagian orang katanya ganteng, Alhamdulillah, jujur saya senang mendengarnya. Namun ada yang lebih membuat saya senang dari sekedar ungkapan itu, dan inilah yang sulit saya sampakan dengan sebatas untaian kata-kata.

Demikianlah saya mengkonsep diri dalam menyikapi ‘cantik’, cantik bukanlah hal yang prioritas bagi saya. Oleh sebab itu saya (hampir) tidak pernah mengatakan itu. Ada sebuah paradigma dalam cara berpikir saya, sejak sebelum saya mengenal seorang yang saya daulat sebagai sosok spesial dalam hidup saya, dan ini saya lakukan demi menjadikan diri saya terbiasa tidak menjadikan ‘cantik’ sebagai wacana termahya dalam hidup saya.

Secara sederhana, saya memang sengaja menghindari ‘cantik’ secara perspektif biasa, dimana cantik telah disepakati secara umum bila itu diucapkan pasti responnya menuju pada apa yang dapat dipandang oleh mata, sedangkan saya ingin lebih dari sekedar itu. Bagi saya, cantik tidak sesederhana itu, sebab yang demikian menyimbolkan ketidak abadian. Buktinya, bila cantik sekedar apa yang dapat dilihat oleh mata, ia akan cepat sirna dimakan waktu dan menjadi keriput atau semacamnya.

Alasan sederhana saya menghindari cantik dalam perspektif biasa, sebab yang saya pahami cantik itu akan lebih mengesankan bila ia munculnya dari dalam, dan ini bisa diciptkan oleh siapa saja yang berkenan untuk memilikinya. Jadi jangan ada rasa rendah diri dengan apa yang mungkin tidak terlalu baik dipandang, sebab mata seringkali menipu karena memang mata seringkali dikendalikan oleh hawa nafsu. Tapi percayalah dengan apa yang hati katakan, hati lebih dekat dengan kebenaran karena di dalamnya bersemayam iman, simbol keselamatan dalam syari’at kita, Islam.

Selanjutnya, agar saya tidak menjadikan cantik yang secara perspektif biasa menjadi kriteria saya dalam memilih sosok spesial dalam hidup saya. Termasuk hari ini, rasa-rasanya tabu bagi diri saya sendiri mengatakan cantik itu 😀 hehe.

Dan, dengarlah satu hal dariku. Kau lebih dari sekedar cantik bahkan kecantikanmu tak sedangkal yang dapat diucapkan. Kau bahkan memiliki sesuatu yang tidak banyak orang memilikinya. Termasuk mereka, orang-orang yang ketika kita anggap sebagai sosok sangat sempurna atau sangat bahagia, mereka tidak memiliki sesuatu yang ada pada dirimu. Catat baik-baik pernyataan ini dan marilah kita rayakan dengan tanda kesyukuran yang sempurna. Sesempurna yang aku rasakan, telah memilikimu ataupun sebaliknya.

Iklan