Diantara sekian jarak yang tertuang di lembaran-lembaran, kini datanglah kesadaran itu menjengukku dengan senyum sinisnya. Aku masih tetap bersikap tenang, dan perlahan berguncanglah puing-puing itu di atas pentas kegamangan.

Lalu bila saja angin masih tetap menyejukkan rahasia, bisa jadi ketenangan masih setia mengikuti semai berjenggala. Di bukit cerita, dan waktu yang terus berkuasa atas kehendaknya.

Sekedar ilustrasi, dengan kata-kata yang sederhana diatas ini saya berharap dapat menghapus rindu saya pada banyak hal yang tertinggal dengan beberapa kesibukan dan kendala. Diantaranya menulis blog dan menulis puisi. Sudah lebih satu bulan saya tidak mengisi blog, dengan tidak sengaja tumbuhlah jamur rindu itu di rahim batin saya 🙂

Selain itu, kurang lebih satu tahun lamanya juga saya tidak menulis puisi. Diantara sekian kegemaran yang biasa saya lakukan adalah menulis puisi, pasalnya puisi adalah kata-kata yang simple dan mampu menampung banyak makna, bahkan ketika rasa tak bisa menganalogikan terhadap perkatanan, puisi datang dengan kebijaksanaannya untuk menyimpan beberapa rekam jejak kehidupan saya pribadi, untuk diri pribadi.

Mengacu pada judul catatn kali ini, rindu adalah suasana atau suatu hal yang sempat terlewatkan dalam hidup kita kemudian datang kembali dengan sensasi yang terasa sangat menakjubkan, ini pendapat sederhana dari saya. Menurutmu apa? 😀

Baiklah, demikian saja catatan rindu dari saya. Semoga hal ini menjadi alternatif yang baik untuk tetap dapat bersilaturrahim dengan sahabat semua di dunia blogwalking. Salam untuk semua. 🙂

Iklan