Besok, tepatnya tangga 1 – 5 Agustus 2015 M (16 – 20 Syawal 1436 H) akan digelar Muktamar NU yang ke – 33. Acara tersebut insyaAllah akan dilaksanakan di Jombang, tempat organisasi tersebut didirikan. Semoga dilancarkan dan semoga diberikan keberkahan di dalamnya.

Terkait dengan acara tersebut, baru-baru ini kerap kali kita dengar beberapa sebutan ‘Islam Nusantara’, yang mana isltilah tersebut merupakan tema yang diangkat dalam Muktamar NU ke-33 mendatang.

Sesungguhnya tidak ada yang luar biasa dengan Islam Nusantara, tidak pula aneh dan tidak juga unik. Hanya saja masyarakan kita yang cukup kreatif memodifikasi fakta, pemahaman dan gejolak egoisme. Sehingga tidak jarang dari kita yang saling berprasangka kurang simetris antara suatu pemahaman dengan pemikiran lainnya.

Sangat disayangkan apabila hanya karena istilah Islam Nusantara. Kebersamaan yang menenangkan, kerukunan yang menentramkan menjadi sebuah bilah yang saling sinis, acuh bahkan over dalam mengeksplorasi egoismenya.

Saya ulangi kembali, Islam Nusantara bukanlah hal yang aneh. Ia adalah ajaran Islam yang telah biasa dilakukan oleh orang-orang muslim di Nusantara. Seperti apa dan bagaimanakah Islam Nusantara tersebut? Silahkan tanya pada diri sendiri.

Bagi seorang yang melaksanakan syariat Islam dengan semangat yang penuh dan pemahaman yang sempurna. Bisa diperoleh pemahaman bahwa Islam Nusantara adalah suatu ajaran yang sungguh amat serta sangat luar biasa. Kita semua sudah sepakat tentang itu.

Adapun bagi seorang yang berislam hanya sekedar identitas belaka, maka bisa jadi dia akan memperoleh pemahaman bahwa Islam Nusantara tiada lain sekedar atribut secara administratif pada KTP. Kita semua juga telah faham akan hal ni bukan?

Nah, sekarang kita tidak perlu kaget dengan Islam Nusantara. Karena sesungguhnya hal tersebut telah ada membersamai kita sejak kita belum memahami tentang hal itu sama sekali. Salam. 😉

Iklan