Malam ini, adalah malam yang bersejarah bagi ummat paling beruntung sejagat raya. Malam yang terisi dengan senandung, pujian bahkan syair-syair cinta untuk sang nabi. Kekasih kita semua, sang teladan serta panutan terbaik di segala masa.

Muhammad ibn Abdillah. Manusia pilihan sebagai panutan dan teladan ummat akhir zaman. Kehadiran beliau adalah berkah di atas berkah, karunia di atas karunia. Tanpa beliau, tiadalah berarti segala yang kita punya, segala yang kita jumpai bahkan yang kita impikan. Kehadiran beliau, memberikan banyak arti dalam segala dimensi, ruang dan waktu. Oleh karena beliau, ummat akhir zaman menjadi ummat terbaik di segala masa. Hingga nabi terdahulu pun ada yang menginginkan status kita, khoirul ummah fi akhiruz zaman.

Dua belas Rabi’ul Awwal, selalu diperingati dan digelar acara tasyakuran, dengan memanjatkan puji-pujian terhadap nabi. Alasannya karena pada dua belas rabi’ul awwal ini merupakan hari kelahiran sang nabi, manusia terpilih untuk selalu dikenang tentang segala sepak terjang beliau dalam mengibarkan bendera dakwah li i’laa-i kalimatillah. Tidak hanya itu, kehadiran beliau telah memberikan kita titik terang dalam berpijak di atas bumi Allah ini.

Meski sebagian ummat memandang perayaan ini tidaklah benar, namun kami juga belum menemukan alasan yang tepat untuk tidak membenarkan. Terkait perayaan ini adalah hal baru menurut mereka, tapi menurut kami bukan suatu hal yang baru. Sebab bersholawat itu sudah jelas dalam Al-Quran bahkan hadits dianjurkan, dan tidak ada ketentuan khusus dalam pelaksanaan maupun waktunya, tidak ada waktu tertentu dan cara tertentu. Jadi sah-sah saja bila kita mau bersholawat dengan perayaan maulid, dan menyemarakkan di bulan Rabi’ul Awwal.

Selama perayaan yang digelar tidak ada unsur maksiat, dan selama perayaan tersebut bernilai dan bertujuan baik, sesuai syariaat. Insya Allah perayaan tersebut dibenarkan. Bukankah segala sesuatu itu bergantung pada niatnya? Demikianlah yang disabdakan nabi.

Happy Birthday Ya Nabi. ^^

Iklan