Ketika hidup terlalu mulus, seringkali pemikiran menjadi lemah dan tak bertaring. Dan saat Allah memberi sedikit masalah, kecerdasan akan terangsang untuk mengambil kebijakan yang tepat.

Beginilah cara Allah menyapa kita, seperti saat bunga di musim semi yang telah diziarahi salju, dan sejukpun memeluk.

Ibarat sebuah rindu, kehidupan selalu menjadi retme yang mengharuskannya kembali pada sebuah titik dimana ia pernah berhenti, pernah berjumpa dan menyapa sebagai fitrah, atau sunnatullah yang berlaku.

Hidup pada dasarnya adalah kembali ataupun mengulang. Seperti saat kita telah berjupa pagi, pasti disaat yang lain kita akan kembali atau mengulang nuansa pagi. Seperti saat kita berjupa hujan, gelap, senang, tawa atau peristiwa lainnya. Pasti kita akan dipertemukan kembali dengan hal yang sama. Meski dengan cara dan sebab yang berbeda.

Sebagai karyawan kehidupan, kita harus sadar akan hal ini. Agar setiap hal yang menimpa selalu menjadi momen istimewa sebagai pembelajaran yang berharga menuju pribadi yang lebih atau semakin bijaksana.

Iklan