DSC_4075

Satu tahun berlalu, tanpa disadari waktu berlalu begitu cepat. Mengantarkan ikatan suci ini pada banyak hal, penuh warna dan cerita. Hingga akhirnya sebuah catatan sederhana ini ditorehkan, sebagai saksi dalam perhelatan kami memadu rasa. Untuk sebuah keyakinan dalam menyongsong berbagai cita dan harapan, dengan satu kometmen yang kian terpatri dalam hati kami berdua.

16 Mei 2015 tepatnya, pada waktu itu tercatatlah hijrahku. Dari lajang menuju suami, dari sendiri menuju bersama, dari inginku menuju maksud kami, dan segalanya yang kian terpadu dalam suatu tuju, mengiringi pengharapan yang selama ini kami pintalkan bersama upaya yang saling berpagutan.

Dalam membersamaimu, aku kian bersyukur dengan segala daya dan upaya memeriahkan bahagia di hati. Bersamamu aku mengerti arti dan makusd banyak hal, dalam medan yang paling terselubung sekalipun. Hingga setiap desir yang amat tersirat pun aku pahami hanya setelah engkau menyulamkan hidupmu dalam waktu-waktuku.

Sebuah Keluarga Baru

Sebuah bendera telah dikibarkan, kalimat proklamasi telah diucapkan dan disahkan oleh dewan persaksian, bahkan para malaikat utusan Tuhan.

Terciptalah sebuah keluarga baru, keluarga yang sangat sederhana dalam segala-galanya. Namun semua itu tidak menjadi alasan bagi kami untuk tidak bahagia, akan tetapi menjadi pemacu tersendiri untuk lebih kreatif menyikapi cinta beserta bala tentaranya. Hehe. Disini kita mungkin perlu sampaikan lebih jelas kesederhanaan dalam segala-galanya yang saya maksudkan. Paling tidak ada dua hal paling mendasar.

Pertama, sederhana dalam mental. Saat kami berkumpul dalam sebuah rumah, tinggal seatap bersama orang terasing yang datang bertamu di hati saya. Tentu banyak persoalan yang menyapa kita berdua. Terlebih pada mental dalam menyelaraskan ego dengan kondisi pasangan. Namun pada setiap persoalan, pasti ada banyak kejutan yang diberikan. Bagitu keyakinan kami. 🙂

Kedua, sederhana dalam materi. Ketika saya menjadi seorang suami dari orang asing yang bertamu di hati saya, saya tidak punya pekerjaan yang mencukupi kebutuhan berdua. Hanya cukup untuk kebutuhan seorang saja. Jujur, hanya pada tawakkal saja saya bensandar setelah kepada Allah sebagai sandaran terkuat yang ada. Akan tetapi saya yakin roda kehidupan masih terus berputar.

Secara simple dan yang paling mendasar memang dua hal inilah yang menjadi poros laju sebuah bahtera, terlepas apapun persoalan yang datang menyertai. Kebanyakan penyebab utamanya dua hal yang saya maksud tersebut.

Namun jangan terlalu menjadi persoalan, apabila kita berkenan mencerna setiap peritiwa baik yang rumit maupun lapang, hingga tawa dan duka. Pasti kedatangan semua itu untuk menyampaikan pesan dan memberikan petunjuk bagi kita yang sanggup mentadabburinya dengan tetap berpegang teguh pada konsep.

Sebuah Impian Baru

Sebuah keluarga, adalah suatu kombinasi yang komplek. Dimulai dengan kekomplekan yang biasa hingga kekomplekan yang majemuk. Sebab sebuah keluarga tidak hanya dibangun oleh dua pribadi, tapi juga tercipta oleh sebuah konsep kesepahaman antara dua keluarga yang telah mengantarkan dan menunjukkan sebuah keluarga baru bagi kami.

Disinilah juga terjadi pergeseran pemikiran dalam menciptakan impian, tentu saja lebih luas dan mencakup semua pihak yang berperan atas terjadinya keuarga baru yang telah kami bina selama ini. Impian untuk menyalakan kebahagiaan di mata orang-orang terkasih dan orang yang telah mendedikasikan cinta setulus-tulusnya bagi kami.

Kedua orang tua, kedua mertua. Inilah asal mula segalanya. Ibarat sebuah pohon, beliau semua adalah akar yang harus banyak kami sirami. Guna suburnya keberkahan yang mengembuni setiap harapan dan impian. Adalah impian paling mendasar dan yang sangat sederhana saya kira, ialah memberikan beliau seorang cucu. Namun demikian, ada banyak hal yang kami konsepkan dalam bingkai impian sebuah keluarga. Semuanya dengan konsep impian, konsep kebersamaan.

Sebuah Langkah Baru

Dalam sebuah keluarga, melangkahpun tidak sesederhana yang telah kita lakukan sebelumnya. Semuanya bernuansa konsep kebersamaan dan kombinasi dari dua inspirasi. Namun semua itu juga tidak serumit yang kebanyakan orang sampaikan. Terbukti, meski harus banyak mendaki bahkan menuruni medan curam sekalipun, tentunya dengan kombinasi dua inspirasi, kami mampu melaluinya. Hiangga akhirnya kami dipertemuakan dengan hari ini, 16 Mei 2016.

Yah, satu tahun berlalu. Kami telah melewati masa-masa penuh tawa bahkan masa-masa paling dramatis yang penuh derai air mata. Banyak cerita, banyak kenangan, banyak peristiwa dan kejutan yang mengantarkan pada satu kata, Alhamduillah.

Sebagai akhir dari catatan pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan pesan sederhana untuk istri tercinta. Engkau adalah alasan cinta ini merdeka istriku, cintaku hanya kepadamu. Sebab, aku percaya hanya dirimu yang mampu menjaga dan memperindah setiap rasa. Bahkan doa-doa menjadi begitu magis hanya bersamamu. Dan tidak lupa aku sampaikan bahwa aku sangat mencintaimu. Semoga kebersamaan kita penuh keberkahan atas segalanya yang kian tercipta diantara kita, di dunia ini hingga ke akhirat kelak. Semuanya kita konsep dengan nuansa surga, semoga!

Sekali lagi; aku sangat mencintaimu, istriku!

Iklan